Double Six Club, Bali
Double Six Club
Jl. Double Six -Blue Ocean Boulevard
Seminyak Bali - 80361
Indonesia
P: +62 361 733067
F: +62 361 7454265
E: info@doublesixclub.com
Double Six Club
Jl. Double Six -Blue Ocean Boulevard
Seminyak Bali - 80361
Indonesia
P: +62 361 733067
F: +62 361 7454265
E: info@doublesixclub.com
wah.... tanggal 3 november kemaren, resmi dibuka Hugo'S Cafe di semarang. Sabtu kemaren gw sempetin maen untuk nyoba suasana tempat dugem di sini. Susah banget yah nyari temen dugem di semarang... hueeee..... maklum, terakhir kali gw dugem rame-rame di semarang tuh 6-7 taun lalu ma temen-temen smu gw. sekarang mereka semua entah kemana...
setelah sebelumnya online, untuk nyari temen buat berangkat bareng. akhirnya dapet juga seorang temen dari jakarta yang kebetulan lagi tugas di sini. berangkatlah kami jam 11, setelah sebelumnya gw nyamperin ke rumahnya, dan memutuskan untuk berganti dengan mobilnya, karena mobil yang gw pake ga ada power steering. huehehehe
damn, tapi begonya gw... gw lupa banget untuk ga bawa senjata andalan gw. kamera!! ketinggalan di mobil. yahh... jadi terpaksa sekarang nulisnya tanpa foto-foto... sambil berharap ada temen2 dari Hugo's cafe untuk ngasih foto2 tempat mereka supaya bisa sekalian bisa dipasang di daftar RSVP.
okay sekarang mulai ngomongin Hugo'S Cafe...
lokasi...
Hugo's Cafe semarang terletak di Lantai 5 Plaza Simpang Lima Semarang. Lokasinya sangat strategis di tengah kota. bahkan kalian bisa ngabisin waktu dulu jalan-jalan di sekitaran simpang lima sebelum naik ke Hugo'S.. atau juga ngumpul dulu di sepanjang jalan (apa yah namanya... yang jalan lebar di depan universitas diponegoro itu lohh.!).
the first impression..
dari pertama masuk parkir plaza, lo bakal dilayanin ama temen-temen valet service khusus dari HugoS. ini berguna banget untuk temen-temen yang belum berani naik tanjakan muter ke tempat parkir yang adanya mulai dari lantai 4. well... that means me! berarti gw bakal survive deh ntar kalo pengen maen ke hugos... hueehehe. trus begitu nyampe depan Hugo'S, gw ampir ga ngenalin security-security yang ada di sana. entah mungkin securitnya yang juga ramah, atau ketutup ama trainee-trainee yang ngucapin salam khas Hugo'Snya... "Pagi Hugo'S...!!" Yaiks... serasa mau masuk ke ruang rapat
the place..
di depan kita dilayani ama seorang cewe yang dengan ramah nanyain soal invitation atau guest list.. dan juga nawarin soal berbagai minuman yang bisa dipesan, dan beberapa rules yang ada di sana. setelah masuk, bagus juga dekorasi menuju ke dalem kafenya... feels like your own club!
the lights are good. the couchs are comfy, the bartender's friendly.. stagenya luas, dance floornya memadai. kecuali dj boothnya yang rada serem, karena ga ada dekorasi apa-apa. jadi keliatan item doang gitu. hueee....
dan mungkin yang ga bisa gw temuin di sana... ngga ada atage buat kita-kita untuk show off. hummm... cewe-cewe boleh sih naik ke meja bar. tapi cowo ga diijinin. alasan mereka, menurut survey, cowo suka bikin ilfeeel... hueeee.... non sense ah... just give me a chance, than i'll prove it to u that dudes can also boogie-boogie on the stage... hahahaha
the music..
secara bergantian kita disuguhin live band dan dj performance masing-masing 45 menit. yang semalem, gw lupa nama bandnya apaan.. cuman tammy (waitress yang ngelayani gw di sana) bilang, mereka band dari jakarta. yepp yepp.... vokalis cewenya bodynya bagus banget! kemudian ada beberapa dj juga yang performed. hummmm... gimana yah dengan selera musiknya?
mungkin karena gw belum pernah ngikutin perkembangan musik di semarang kali yah? live band nya masih o menyanyikan baby boy-nya beyonce knowles... bahkan jump up jump up and get down!... oh my god..... it's so last year honey...
tapi cukup okay ketika mereka bawain sexy back dan lagunya fergie itu. ada dua retro song. yang ertama gw suka banget, sayang pengunjung lainnya pada adem ayem.. atau gw kali yah ytang seleranya aneh. hehehe. yang kedua adalah YMCA.. gubrakk!!! but yet it was fun
kemudian dj-djnya yang hummm.... ok deh, bebas aja kalian milih track apa aja. tapi menurut gw, musiknya sooo..... flat. gw sendiri ga begitu ngerti soal mixing track di atas booth. cuman, dari sana gw bisa ngerasain mereka cuman muterin track doang, jedak jeduk, ngga ada merchandisenya... jadi bikin mati gaya deh. kemudian, sama kaya penyakit dj indonesia kebanyakan. asiiiiikkkk.... aja maen sendiri. cuek aja ama crowdnya yang mati gaya atau yang masih anteng aja, padahal mungkin banget kan mereka ga suka ama track yang lagi dimaenin.. ampun dj..... ganti lagunya dunks!
the crowd..
hummm... hahahaha... first of all, let me finish my laughter! waktu gw nyampe tempat parkir. banyak juga sih ngeliat temen-temen masih seumuran SMU gitu. trus dengan dandanan kemeja dandy yang kalo di bandung, bisa lo dapetin dengan harga miring di BTC Pasteur. dan ampir semua kebanyakan kaya gitu...
bikin keder juga sih... kirain di sana ada aturan musti pake baju berkerah.. hummm. untungnya ternyata ngga.
pas di dalem, ternyata umur pengunjungnya cukup beragam. cowo lebih mendominasi daripada cewe. lo bahkan bida dengan mudah nyari cowo yang ganteng atau cewe yang sexy di sana, tanpa perlu bingung milih. karena emang muncul dalam edisi yang sangat terbatas. hahaha... itu pun kalo masih on the market deh ya..
jam 11 malem, smua masih anteng aja di kursi masing-masing. mungkin entar deh jam 12an... giliran jam dua belas, tampaknya crowd masih adem ayem juga. bahkan setelah kru hugos ngompor-ngomporin dengan aksi magicnya di atas panggung maupun di atas meja.
untung lama-kelamaan smuanya bisa beraksi. meski ada sempet seorang yang cukup ganggu dengan sendal jepitnya. aduhh... country (kampung) banget sehhhh!!!
over all..
humm... mungkin karena seperti yang tadi gw bilang, gw belum pernah nyoba dance floor di semarang kali yah. jadi banyak hal yang ga masuk buat gw. karena gw liat semua orang sangat menikmati malam itu. dengan nomor lagu top forty (tapi taun 2005), dan juga dj track yang cukup sampai di situ... dan dandanan yang, okay honey.. you can go with permission from ypur parents..
kemungkinan besar karena faktor tren di semarang yang lebih lambat di banding kota-kota lainnya, jadi dengan keadaan seperti itu, smuanya masih baik-baik saja. damn, gw dong yang mengamai shock culture! hahahahaha
udah ah... have fun yah semuanya... semoga semarang bisa menjadi kota dugem yang asik buat temen-temen di sana!
History
Mainstream raves, sometimes described by the acronym Radical Audio Visual Experience, began in the late 1980s as a product of, reaction to, and rebellion against, trends in popular music, nightclub culture, and commercial radio.
In an effort to maintain distance and secrecy from the mainstream club scene (or perhaps for lack of affordable, receptive venues), warehouses, rental halls, and outside locations most often served as raves' venues. In an effort to control and curtail rave parties, some police and governmental bodies effectively outlawed raves in some areas. Such laws consequently forced regional electronic dance music events to move to formal venues, such as nightclubs and amphitheatres. Some venues and jurisdictions additionally prohibited certain types of rave fashion and paraphernalia.
Early raves were completely do it yourself; only a small number of people contributed to event production and promotion. Self-styled production and promotion companies have increasingly organized raves; the "companies" were usually unofficial or loosely defined. The companies promote their events by creating and distributing fliers and online bulletins.
As law enforcement agencies increasingly began paying attention to raves, concealing a party's location became important to an event's success. To that end, event organizers sometimes either promoted events solely by word-of-mouth, or would only reveal the date and location of the event to subscribers of an electronic mailing list or via voicemail. Some even went so far as to provide a series of clues or map checkpoints that ultimately led to the location of the rave.
What is a rave?
A rave is an all night event, where people go to dance, socialise, get high and generally have fun in an uninhibited way with other likeminded people. Some say it's about the creation of a community and re-connecting with something perceived as lost. Others just say it's about necking loads of pills and getting wasted with your mates in a field.
Where?
Usually in a derelict warehouse, a club, a beach, a field, an aircraft hangar or a sports arena - anywhere you could fit a massive sound system and a lot of people. In the rave heydays of the late '80s, the larger events attracted tens of thousands of people. The venue would often remain secret up until hours before the party was to begin as a way of keeping the police away. Organisers would even sometimes have backup sites in mind in case the cops sniffed them out - which they did more and more often.
Origins?
The term rave first came into use in Britain in the late 50's referring to the wild bohemian parties of the time. It was then briefly revived by the mods, but didn't come back into fashion until the illegal London warehouse party scene in the mid eighties. However it is likely that the term 'rave' came from Jamaican usage rather than a revival of any previous usage in Britain.
Who?
Rave crowds were and still are mostly (but not exclusively) young from all sections of society .
What is rave music?
Rave music is what most people now call 'dance' music, or as some government wonk put it, music with a distinctive 'series of repetitive beats'. Early ravers discovered that the combination of ecstasy and music with fast, repetitive beats was a marriage made in disco heaven. The big raves have a line-up of bigtime DJs as well as some live performances by dance music bands.
Why did rave culture take such a hold of the UK in the 1980s?
There are many theories why the UK went nuts for raving in the late 80s and beyond. It happened during a period of major consumerism and individualism. Margaret Thatcher was telling everybody to look after number one (famously saying there was "no such thing as society"). There was bound to be a reaction to this and it helped that a bunch of English DJs had just got back from Ibiza where they had experienced ecstasy and rave culture first hand. They brought it to the young people of Britain and within a year rave culture had flourished. Instead of money and power, rave called for empathy, intimacy, spirituality and the joy of losing yourself in the crowd.
Some other random thoughts: Doug Rushkoff, author of Ciberia, observed that the majority of house music runs at the speed of 120 bpm (the rate of the foetal heartbeat), while Simon Reynolds has noted that raves mimic the atmosphere of a nursery with its use of kids' TV themes, sampled baby vocals, dummies, baggy unisex clothes, and the camouflaging of drugs as sweets. Think about that next time you go dancing.
And then came the end
By the early '90s, the Tory government, the police, the tabloid press and middle England had all had enough of rave culture. The government acted, passing the Criminal Justice and Public Order Act (1994).
Sections 63, 64 & 65 addressed the issue of raves:
A 'rave' is defined as a gathering of 100 plus people, at which amplified music is played which is likely to cause serious distress to the local community, in the open air and at night. These sections give the police the power to order people to leave the land if they're believed to be:
Preparing to hold a rave (two or more people)
Waiting for a rave to start (10 or more)
Actually attending a rave (10 or more)
Ignoring this direction, or returning to the land within the next week, are both offences, liable to 3 months' imprisonment and/or a £2,500 fine. Section 65 lets any uniformed constable who believes a person is on their way to a rave within a 5-mile radius to stop them and direct them away from the area - failure to comply can lead to a maximum fine of £1000.
The Act effectively killed off free parties or events not licensed through local government.
Aciiid is dead, long live Aciiid.
1985:
1985 - The Music - Acid House The History
Like it or not, house was first and foremost a direct descendant of disco. Disco had already been going for ten years when the first electronic drum tracks began to appear out of Chicago, and in that time it had already suffered the slings and arrows of merciless commercial exploitation, dilution and racial and sexual prejudice which culminated in the 'disco sucks' campaign. In one bizarrely extreme incident, people attending a baseball game in Chicago's Komishi Park were invited to bring all their unwanted disco records and after the game they were tossed onto a massive bonfire.
Disco eventually collapsed under a heaving weight of crass disco versions of pop records and an ever-increasing volume of records that were simply no good. But the underground scene had already stepped off and was beginning to develop a new style that was deeper, rawer and more designed to make people dance. Disco had already produced the first records to be aimed specifically at DJs with extended 12" versions that included long percussion breaks for mixing purposes and the early eighties proved a vital turning point.
However, it was not until the mid to late 1980s that a wave of psychedelic and other electronic dance music, most notably acid house and techno, emerged and caught on in the clubs, warehouses and free-parties around London and later Manchester. These early raves were called the Acid House Summers.
1990s: United Kingdom
Raves began to expand into a global phenomenon around 1989-1992, mostly on a grassroots basis: people who had travelled to attend the first raves in each region began setting up promotion companies, often informally, to organize their own parties. By the mid-1990s, major corporations were sponsoring events and adopting the scene's music and fashion for their "edgier" advertising, making the scene become more commercialized, in direct contrast to the anti-establishment groups who birthed the rave scene during the 1980s.
1990s: Europe
Rave culture was becoming part of a new youth movement. DJs and electronic music producers such as Westbam proclaimed the existence of a "raving society" and promoted electronic music as legitimate competition for rock and roll. Indeed, electronic dance music and rave subculture became mass movements. Raves had tens of thousands of attendants, youth magazines featured styling tips and television networks launched music magazines on house and techno music. The annual Love Parade festivals in Berlin attracted more than one million partygoers between 1997 and 2000.
Raves had also spread to far away places, such as Australia. In Australia the Melbourne Shuffle dance style has evolved over the last 15 years. American dancers started doing liquid dancing at this time.
2000s:
By the early 2000s, the terms "rave" and "raver" had fallen out of favor among many people in the electronic dance music community, particularly in Europe. Many Europeans returned to identifying themselves as "clubbers" rather than ravers. It became unfashionable among many electronic dance music affectionados to describe a party as a "rave," perhaps because the term had become overused and corrupted. Some communities preferred the term "festival," while others simply referred to "parties." True raves, such as "Mayday," continued to occur for a time in Central Europe, with less constrictive laws allowing raves to continue in some countries long after the death of rave in the United Kingdom. Moreover, traditional rave paraphernalia, such as facemasks, pacifiers, and glowsticks ceased to be popular.
In the northeastern United States, during the mid-2000s, the popularity of Goa (or psy-trance) increased tremendously. This is due to the fact that acceptance was never questioned in the sub-rave culture of Goa, and that this culture represents their selves as a community not a scene. With the warehouse party scene, the trend is also restarting; This contrary belief in the early 2000's was that 2002 would mark the end of the rave (known as party scene at the time), and the scene was over.
2006:
2006 is being marked as the renaissance of the underground electronic culture.
« Last Edit: 25/July/2006, 02:39:57 PM by jana »
more topic about this, you may visit www.ravelex.net
wanna share your refferences, you may contibute as well at www.wikipedia.org
Centro Jakarta
B1 & G
Jl.Darmawangsa Ix, Jakarta Selatan (Next To Citywalk Darmawangsa Square)
P +62.21 7278.0818
E Info@Centrojakarta.net
hari terakhir clubbing neh...kali ini kita pilih embassy! bosen juga kali di amare terus. well party criminal cuma dateng bertiga,rivo,bram, and reno. tapi disana kita ketemu ama temen2 yang lain sih...
jam setengah 12 sampe di embassy, suasana nya masih "ngga banget", lampu masih terang benderang, secara abis ada acara nokia 3G. udah gitu para server masih tampak bolak balik ngatur stage and "bebenah".
tepat jam 12,lampu mulai di switch off. dan musik trance progress pun mulai beralun. party criminal gank belum pada turun ke floor, secara emang belum ada yang turun ke floor... tapi lama2 bete juga seh, masa jam setengah 1 belum ada yg ke floor!!
hello..... pada kemana sih orang2.... daripada kelamaan nunggu, akhirnya bram and rivo to be dance starter. just both of us got dance on da floor, dan orang2 belum ada yang mengikuti jejak kita gitu lho! bete seh, gondok, and aneh aja gitu ama clubers2 malam itu. semua pada ngumpul di pinggir, and nobody on da dance floor kecuali rivo and bram.
jam 1 lebih baru deh pada memberanikan diri turun ke floor... suasana dah mulai panas neh. but... sorry... the music was so bad!! dj nya juga ga komunikatif ama clubbers, main sendiri aja gitu!
well.. party goes on!! jam 4 kita semua pada balik, lumayan lah buat dugem terakhir sebelum puasa! ga happy-happy banget, tapi juga ga garing-garing banget...just fine!
satu tanya gw buat pihak embassy.. kenapa seh kita ga boleh dance diatas dj.booth.. klo emang ga boleh, mendingan tuh dj.booth di "pensiunkan" aja kali yah...
see u on da next party dude..!!
wahhh... malem terakhir sebelum puasa
jalan ke embassy
cowo baju biru garis-garis tampaknya bener2 menikmati malam
dapet dua cewe lohh!!
huehehehehe
aseli.... what a night!
dateng jam 11.15 ketemu dulu ama tom di parkiran.. terus ke depan retro nunggu anak2 yang lain....
disitu ketemu sepet,fallenangel & cowonya (sory,lupa namanya) nga lama dimas,aldi,paman gober dateng...menyusul nissa&friends terus chris m.... jadilah kita berbondong2 masuk ke retro..... suasana belom bgituh rame walau waktu menunjukkan jam 00..... di dalem ketemu lagi sama octav&loki
kliling2 liat suasana.. pas balik ngumpul sama anak2 ketemu jana.... makin rame nih... tapi kok dimas,aldi,chris TTM (tiba-tiba menghilang) ya? kata tomi dimas,aldi jemput sonique... ya udah,makin seru nih gw pikir ada si sonique....
eh... tomi ttm (tiba-tiba melihat) om NW di depan.... akhirnya gw sowan dulu ke suhu kita yang satu ini..... terus kenalin anak2 lainnya ke om NW... terus SENSOR MODE ON ..................
nungguin penampilan e45 cukup lama juga.. mereka baru tampil sekitar jam satu lebih...... diawali dengan romy dan tyo yang menunjukkan aksi panggung yang memukau (bahasa gw )....aseli.... Mr.R gokil banget main effect ama synthesizernya... nga nyangka,bos.. ditambah gebukan tyo pada drum... bikin crowd jadi memanas.... seperti biasa pasukan ravelex paling depan donk.... makin membuat suasana makin heboh....
nga lama marcel muncul dengan kacamata item di tengah panggung yang langsung disambut teriakan crowd.....
the show was begin.... mereka mainin lagu2 yang udah jana sebutin itu dengan gayanya sendiri... pertama mereka mainin fix u,crowd udah heboh banget... pada melambaikan tangan ke atas gw lupa urutan lagunya tapi ada semusim yang jadinya keren banget juga ada lagunya keane... terus ada juga bagian dimana mereka bertiga mainin perkusi ama drum doank... itu paling keren cing!
penampilan e45 sendiri kira2 cuma 45 menit...
dimas ttm (tiba-tiba meng'sms) kalo dia betah di wb.. beuh...
nga lama setelah itu ketemu lagi sama rhiya yang langsung bergabung dengan pasukan yg lain
paman gober ttm (tiba-tiba mengajak) untuk pindah ke wb.... di tengah keribetan gw berusaha komando pasukan untuk segera meluncur ke wb..... tapi nga lama paman gober,pay,jana ttm(tiba-tiba menghilang) dan sms tomi mereka udah duluan ke wb dan bilang yang lain nyusul aja kalo mau.. hehehehe... akhirnya bbrp pulang duluan dan rencana nyusul ditunda....
setelah penampilan e45 masih ada dj dade and dj didi untuk closing party kali ini... crowd kayaknya nga mau berenti joged karena ini closing party kali ya.. pada gaspol....
sampe gw pulang jam 5an.. masih ada orang2 yang semangat banget jogedan.....
kata "gokil" nga cukup menggambarkan keseruan malem itu.....
** thx to jazzymike for the report
lets get the party started...malam kamis kemaren,party criminal gank as ussual goes to amare lounge. tujuannya apalagi kalo bukan dugem,secara RnB night gitu, kaya nya asyik aja buat goyang, hmm...shake ur body dude!
berbekal guestlist dari sepupu nya rivo, kita pun meluncur ke amare sekitar pukul 11 malam.sebelum ke amare kita mampir dulu ke warung international buat beli salah satu minuman,drpd beli di dalam amare,mahal kali....lebih baik bekal dr luar kan??
sampe di amare sekitar pukul 11.30 wib gerombolan party criminal pun segera masuk ke amare...damn!! reno(salah satu anggota party criminal-red) ga boleh masuk ama satpam,cuma gara2 dia pake celana jeans yg ada aksen robek2 nya.ampuuunn dj!! penting gitu yah,cuma gara2 celana aja ampe ga boleh masuk!! well that is amare rules
untung aja kita punya temen yang bisa minjemin reno celana, so he can move on
masuk ke amare,suasananya dah rame banget. udah banyak yg turun ke floor, so crowded and hectic... tapi ada yang beda nih, stage yang biasa nya cuma ada di sisi turn table, kali ini tambah di depan dan di tengah2 floor.. hmmm...party go wild!
beberapa anggota party criminal pun nekat naik ke stage,apalagi si rivo, dia maksa banget naik ke stage yang di tengah floor itu...joged dari jam 12 ampe jam 1 ternyata cape juga yah.....
udah jam 1 nih,tanpa buang waktu party criminal segera menuju ke mobil and get the drink! ada whisky cola ama cherry brandy mint. udah puas minum back to party... tapi ga sangka deh ternyata banyak orang2 yang ga penting gitu di party, secara udah di atas stage gitu eh...malah ngajak ngobrol. pake ngenalin ke sodara2 nya segala lagi, ga penting!! belum lagi cowo2 rese yg kerjaannya narik tali sepatu ama nyolek2 kita, masih bagus ama si bram cuma di tendang kepala nya dari atas stage. tadi nya ama kita tuh cowo2 mau ditelanjangin aja terus di perkosa rame, heheheh..abis nya bete seh!!acara menggila di stage sempet berenti bentar untuk ngasih kesempatan fast track dancers untuk menggeliat di dance floor. cukup seru juga tuh. banyak cowo-cowo jadi adem panas melihat gerakan mereka. lumayan buat bekal sebulan puasa. huehehe
but party still going wild... sampe tanpa disangka2, anggota PM(polisi militer), masuk dan minta semua orang buat nunjukin kartu identitasnya. beberapa ada yang usaha buat kabur, minimal ngumpet, ga bawa kartu identitas kali yah....tapi yang pasti semua orang di amare pada panik! ga lama seh pemeriksaan nya,cuma 15 menit gitu..dan si kepala PM bilang "silahkan diteruskan party nya", serentak kita2 pun pada teriak kegirangan....
capek, ngantuk, lemes, dan besok ada kuliah pagi.. so party criminal back to home at 3 am. well kayanya selama bulan ramadhan ini kita ga bakal party dulu kali yah, tobat dong ah!
see u on soon!!
*thx to rivo untuk laporan terawang matanya dari lantai dansa
Amnesia
Paskal Hypersquare. Skylink
Jl. Pasirkaliki, Bandung. 40172
Ph. 6222 8606 0711
decilcecil said...
kalo kata gua sih ni tempat enak banget sob.. interiornya oke.. walopun mungkin interior kaya gini udah banyak dipake sama club2 di jakarta, but its okay soalnya ini di bandung.. udah gitu, akhirnya bandung punya club yang ada tempat buat nerima telepon supaya gak berisik.. iya di sofa putih yang di depan toilet itu.. pewe dahsyat..
mungkin karena masih managemen yang sama dengan Hyogen (RIP).. di amnesia masih kerasa aksen2 Hyogennya, seperti lampu yang disorot dari lantai dan stage lumayan besar.
AC nya kerasa pas banget.. dingin.. mungkin karena tempatnya gede bangettttttt.... tapi karena tempatnya gede banget juga ini lah, mungkin amnesia bakal susah keliatan penuh.. ya gak? tapi ga tau sih, soalnya gua tiap2 ke amneia pasti bukan lagi wiken..
Kojack said..
Gua sabtu kemaren (09-09-06) ke AMnesia....
1945 MF punya acara.....(teuing poho deui namana)
tapi ada ALVIN n IMAN yg maen (back to back cenah kata di flyer nya mah)
btw, tempat mah keren..... SUMPAH !
naek lift...lantai 2.... langsuing tiket box...
yang keren na....pas masuk.......... WUAHHH.......... Guede...tempatna...
GA nyadar kalo tempat ini teh..... berada di JEMBATAN!!!!!!
ketemu BAR gede....
lliat price list minuman..... agak mahal euy....open bottle sekitar 700-800 (ditempat laen 1,2 dpt 2 yah ?)
ruangan na ....memanjang .......
cuma.........BANYAK TEUING MEJA DAN bangku...
panggung... dengan 2 TV LCD... meja DJ di kanan.....
SPeaker 2 set menggantung di atas...ada SUBwoofer di pasang di bawah. .panggung
SUARA speaker hanya nendang di depan.... !!
belakang cuma kebagian 1/2
dance floor agak kecil.....
Yang edan..... lantai ikut bergerak kalo banyak yg loncat2 ! (ky di FAME dulu lantai paling atas)
agak parno...mengingat sedang berada di jembatan..... WUAKAKAKAKKAKA
(kumaha mun ambrol....)
WC cewe n cowo..... ga ada plang jelas..... hanya simbol doang
kalo lagi BLUR...........dijamin ga ketemu panel pintu WC nya....
Crowd......pas kebetulan katanya abis beres seventinan....
jadi banyak...drunken master....usia sekolah....... halah...halah.... (mo jadi apa....ntar...dek... ??)
naon deui nya............ pokona mah BETAH.....lah......(specially di dance floor...)
segitu dulu.....yg laen bisa nambah mgkin....
(btw, gua mah hanya visitor.. !! disangkain gua promo.,....halah..halah...)